Tour de baron
adalah acara yang kita adakan sebagai acara refresing setelah mid
semester kemarin. Kita berangkat dari kampus hari kamis sore dan sampai
di penginapan malamnya.Setelah kita sholat maghrib dan dijamak dengan
isya kita bersama-sama menuju ke pantai untuk melihat keadaan. Ternyata
keadaan pantai pada saat malam hari begitu tenang dan langitpun seolah
tersenyum kepada kita dengan bulan dan bintangnya.
Jujur, itu adalah pengalaman pertama saya melihat keadaan pantai yang
begitu indah pada malam hari. Kami foto-foto sambil duduk diatas tikar
dipasir pantai Sunda yang putih bersih. Pantai Sunda adalah sebuah
pantai yang terletak diantara pantai Kukup dan Krakal, satu daerah
dengan Pantai Baron. Sepertinya hanya kita yang dipantai itu, karena
sepertinya tidak ada orang lain yang berlibur disana dan keadaan begitu
tenang dan sepi. Akhirnya beberapa dari kita memutuskan untuk bermain
sepakbola dan grobak sodor sampai subuh. Setelah kita mandi dan sholat
subuh, dan makan bersama (kebetulan teman saya membeli nasi goreng)
kita memtuskan untuk tidur. Jumat paginya saya benar-benar kagum dan
terpesona melihat keindahan pantai pada pagi harinya. Benar-benar
melambangkan kebesaran Ar-Rahman. Kita bermain-main dan berenang
dipantai dari jam 06.00-11.00. Sekitar jam 11.00 kita pergi mencari
masjid untuk sholat Jumat. Masjid di daerah itu jika diperhatikan
sebenarnya tidak seperti masjid pada umumnya, sebenarnya lebih mirip
dengan ruang tamu sebuah rumah pribadi yang dijadikan menjadi masjid.
Tetapi yang membuat saya terkagum bukanlah itu sebenarnya, tetapi pada
kita semua selesai melaksanakan Sholat Jumat di pintu keluar masjid ada
beberapa orang yang membagikan makan siang GRATIS kepada para jamaah,
sepertinya ada pihak yang mendermakan uangnya untuk membelikan makanan
bagi kita para jamaah. Saya terheran-heran karena hal itu adalah
pengalaman pertama kali saya sewaktu selesai shalat jumat diberi
makanan oleh pihak masjid. Saya sangat berterima kasih pada bapak
yang memberikan makanan kepada kami, karena selain menurut saya hal
yang baru, kita pun pada saat itu memang benar-benar lapar. Saya
membayangkan pada saat itu adalah pada saat kita melakukan kebaikan
maka Allah akan membalas dengan kebaikan juga. Walaupun dengan nasi
bungkus pada siang itu, saya rasa cukup untuk 'sekali lagi'
mengingatkan saya kepada kebesaran Ar-Rahman
Setelah sampai dipenginapan nasi bungkus tersebut kita makan
bersama-sama. Suasana itulah yang sebenarnya membuat saya tersentuh,
dimana kita disatukan oleh kebersamaan maka ego yang kita punya akan
terhapus begitu saja. Kita tidak memperdulikan lauk ini bekas siapa,
tempe ini bekas gigitan siapa, yang kita pikirkan pada saat itu adalah
kita makan bersama karena kita memang lapar dan kita semua adalah
saudara.
Begitulah dalam hidup, ada suatu masa dimana kita harus mengesampingkan
ego kita demi sesuatu yang bernama kebersamaan dan perasaan yang
terbentuk pada saat itu merupakan perasaan yang luar biasa menurut saya.
adalah acara yang kita adakan sebagai acara refresing setelah mid
semester kemarin. Kita berangkat dari kampus hari kamis sore dan sampai
di penginapan malamnya.Setelah kita sholat maghrib dan dijamak dengan
isya kita bersama-sama menuju ke pantai untuk melihat keadaan. Ternyata
keadaan pantai pada saat malam hari begitu tenang dan langitpun seolah
tersenyum kepada kita dengan bulan dan bintangnya.
Jujur, itu adalah pengalaman pertama saya melihat keadaan pantai yang
begitu indah pada malam hari. Kami foto-foto sambil duduk diatas tikar
dipasir pantai Sunda yang putih bersih. Pantai Sunda adalah sebuah
pantai yang terletak diantara pantai Kukup dan Krakal, satu daerah
dengan Pantai Baron. Sepertinya hanya kita yang dipantai itu, karena
sepertinya tidak ada orang lain yang berlibur disana dan keadaan begitu
tenang dan sepi. Akhirnya beberapa dari kita memutuskan untuk bermain
sepakbola dan grobak sodor sampai subuh. Setelah kita mandi dan sholat
subuh, dan makan bersama (kebetulan teman saya membeli nasi goreng)
kita memtuskan untuk tidur. Jumat paginya saya benar-benar kagum dan
terpesona melihat keindahan pantai pada pagi harinya. Benar-benar
melambangkan kebesaran Ar-Rahman. Kita bermain-main dan berenang
dipantai dari jam 06.00-11.00. Sekitar jam 11.00 kita pergi mencari
masjid untuk sholat Jumat. Masjid di daerah itu jika diperhatikan
sebenarnya tidak seperti masjid pada umumnya, sebenarnya lebih mirip
dengan ruang tamu sebuah rumah pribadi yang dijadikan menjadi masjid.
Tetapi yang membuat saya terkagum bukanlah itu sebenarnya, tetapi pada
kita semua selesai melaksanakan Sholat Jumat di pintu keluar masjid ada
beberapa orang yang membagikan makan siang GRATIS kepada para jamaah,
sepertinya ada pihak yang mendermakan uangnya untuk membelikan makanan
bagi kita para jamaah. Saya terheran-heran karena hal itu adalah
pengalaman pertama kali saya sewaktu selesai shalat jumat diberi
makanan oleh pihak masjid. Saya sangat berterima kasih pada bapak
yang memberikan makanan kepada kami, karena selain menurut saya hal
yang baru, kita pun pada saat itu memang benar-benar lapar. Saya
membayangkan pada saat itu adalah pada saat kita melakukan kebaikan
maka Allah akan membalas dengan kebaikan juga. Walaupun dengan nasi
bungkus pada siang itu, saya rasa cukup untuk 'sekali lagi'
mengingatkan saya kepada kebesaran Ar-Rahman
Setelah sampai dipenginapan nasi bungkus tersebut kita makan
bersama-sama. Suasana itulah yang sebenarnya membuat saya tersentuh,
dimana kita disatukan oleh kebersamaan maka ego yang kita punya akan
terhapus begitu saja. Kita tidak memperdulikan lauk ini bekas siapa,
tempe ini bekas gigitan siapa, yang kita pikirkan pada saat itu adalah
kita makan bersama karena kita memang lapar dan kita semua adalah
saudara.
Begitulah dalam hidup, ada suatu masa dimana kita harus mengesampingkan
ego kita demi sesuatu yang bernama kebersamaan dan perasaan yang
terbentuk pada saat itu merupakan perasaan yang luar biasa menurut saya.
No comments:
Post a Comment