Thursday, June 23, 2005

Pernahkah kau merasa kehilangan...


Pada waktu itu saya kelas satu SMP.
Saya tidak pernah melihat teman saya yang satu ini begitu bahagianya.
Teman saya ini memancarkan rasa kebahagiaan yang belum pernah saya
rasakan semenjak saya pertama kali mengenalnya. "Satria Aji Negara"
itulah teman saya yang pada pagi harinya setelah memancarkan
kebahagiaan yang sangat menyilaukan pada hari sebelumnya 
dikabarkan meninggal karena kecelakaan. Siang itu, saya memang
sepenuhnya tidak mempercayai berita tersebut. Saya tidak dapat menerima
bahwa teman terbaik, terpintar, dan tertampan saya pada saat itu
dikabarkan dengan berita yang begitu menyedihkan. Namun ketidak
percayaan saya luruh dengan seketika ketika saya diajak ta'ziah ke
rumahnya. Saya benar-benar menangis pada saat itu, dan ternyata bukan
hanya saya yang menangisi kepergian teman kami untuk selama-lamanya.
Teman saya yang lain juga sulit untuk menyembunyikan kesedihannya pada
waktu itu.



Hal itu adalah perasaan pertama saya dalam hal kehilangan teman yang
begitu dekat dengan saya. Begitu menyedihkan tapi merupakan sebuah fase
yang menentukan dalam cara pandang kita tentang kehidupan. Kehilangan
adalah dimana kita merasa sepi di tempat yang ramai,dimana kita merasa
marah pada saat damai. Peristiwa tersebut telah memupuk jiwa saya
secara tidak langsung.



Dalam kehidupan, mungkin kita akan mengalami hal seperti ini:

-Pertemuan

-Perpisahan

-Rasa benci

-Rasa sayang, dll



Perasaan yang ditimbulkan dari peristiwa diatas berbagai macam. Tidak
semua perasaan sayang menimbulkan perasaan yang sama dengan peristiwa
yang kita alami, mungkin perasaan sayang dapat kita rasakan sebagai
benci ataupun sebaliknya.

Dalam hal ini, setiap dari kita mempunyai suasana yang berbeda dalam
mengungkapkannya. Satu hal yang perlu kita pahami adalah bagaimana kita
dapat memperlakukan perpisahan, kebencian, sayang dengan sebagaimana
mestinya.



Dan kematian adalah proses dimana kita harus menuju ke tahap berikutnya dalam kehidupan yang sebenarnya.



[salam]

..::Teman-ku Alm. Satria Aji Negara

-semoga kebahagiaan tetap ada padamu ketika kau disisi-Nya

..::Abi, Umi, Mas Ari & kel, Mbak Intan & Kel, Mas Rudi & kel, Mbak Rani & Kel

..::Sluw, yayam,adit,idos,danang,kosha[sampe mana lu??],krisna[lg ym-an]

..::Mas Dhim!!! Kangen!!! [ngapain mc??]

..::MDS [If Only.....]


4 comments:

Hizbullah Arief said...

Berhati-hatilah selalu Nang, jangan lupa untuk terus ikhtiar menjaga diri, menjaga niat, kemanapun dan apapun yang kamu lakukan, hingga ketika Allah memanggil niat kita tetap lurus di jalan-Nya, amien

mas Ari dan keluarga

M.Dzulfahmi Yahya said...

Amin, Insyaallah mas....
Semoga Mas dan keluarga juga tetap lurus dijalanNya.
Amin. Jazakallah.

intan nurlaili said...

mbak in ngangis nang baca ulasanmu. We love you and we always be. Perpisahan di dunia hanyalah sementara, sebab kita harus yakin ketika kita berada dalam cinta-Nya maka Allah akan mempertemukan kembali kita di syurga-Nya. Is that wonderful?

M.Dzulfahmi Yahya said...

Amin...mbak.....