A week without everything......he he he, mungkin sangat berlebihan jika
seminggu yang lalu saya sebut begitu. Pulang kampung selama seminggu,
menurut saya cukuplah buat refreshing ketemu keluarga dan teman-teman.
Dari menghadiri resepsi pernikahan teman saya Devi di demak, jadi supir
keluarga ke Semarang pp, nganterin kakak bimbingan skripsi, pameran
internasional cheng ho (what a great moment!!!) tidak rugilah seminggu
saya pulang kerumah. Setidaknya berguna dan dapet "sesuatu" tadi.
Setidaknya walaupun saya kehilangan seluruh kehidupan saya di
Jogja,saya tetap mendapat sesuatu yang lain dan benar-benar lain.
Mulai
dari sebelum pulang. Tanggal 28 Juli, chatting ama emma, trus diajak ke
launching kamar seni (untung gak kesasar ;P), mendapat sesuatu cara
pandang yang luar biasa baru, mungkin saya memang belum menjadi seorang
penikmat seni, hanya pengamat kalau saya dapat mengatakan diri saya
begitu.
Acara Dimulai dari sambutan-sambutan, dan yang pertama
adalah Mas Entang Wiharso, si empunya kamar seni (kata mbak mc-nya)
trus pak kepala dusun Carikan, dilanjutkan oleh mas kurator yang saya
lupa namanya dan dilanjutkan dengan Mas Garin Nugroho yang menyampaikan
pandangannya tentang "republik tanpa ruang publik"-nya. Disana saya
memfamiliarkan diri dengan istilah seni, aktualisasi, bahasa ruang,
dalam sudut pandang seorang Garin Nugroho. Sambil terkadang
menjepret-jepret dengan olimpusku yang cuma 2 mp ini, saya tetap
mendengarkan apa yang disampaikan sineas kita ini.
Acara
dilanjutkan dengan pertunjukan drama, yang menurut saya adalah sebagai
eksploitasi seksualitas, yang mungkin sangat shallow, tp itulah yang
pertama kali terpikirkan dalam benak saya sebelum memahami "arti"
sebenarnya. Dan pendapat saya itu berbalik 180 drajat setelah
mengetahui bahwa para aktor dalam kantung kertas itu adalah tuna rungu.
Dan dekorasi panggung adalah salah satu hal yang saya sangat suka
selain pemberitahuan mc setelah pertunjukan kepada adek-adek yang
menonton, bahwa tadi yang ditiup-tiup adalah balon. ;P
Setelah
akhirnya benar-benar bertemu dengan emma dan pury (yang mengira saya
telat, padahal saya melihat mereka datang ;P) meminta kesediaannya
untuk difoto,dan mereka terus pulang. Sayapun pulang juga setelah
mengalami kejadian yang lucu, yaitu ketika saya dikira adalah wartawan
trans tv oleh mbak penerima tamunya.
Ah...a great day before the-day...
-29 July 2005 "The-day"-
sms dateng terus sejak jam 24.00....thank u for my dearest family and friends.....
-30 July-
Dibantai anak2 trus makan-makan.....
-31 July-
I'm going home!!!
-2 August-
Devi's Wedding party....
-6 August-
Pameran Internasional memperingati 600 tahun pelayaran Cheng Ho.
PRPP-Semarang
Pamerannya
sangat meriah. Banyak sekali kebudayaan China, daerah, maupun nasional
yang diperkenalkan, tp ironisnya adalah keislaman seorang Jendral Cheng
Ho sama sekali tidak diperlihatkan dalam pameran ini.
thanks for otonks, winda, and erma. Kapan-kapan kita jalan lageee
-7 August-
HOme sweet home Jogja!!! I'm back!!!
.::AH.......so silly::.
No comments:
Post a Comment