udah tak posting lama di blogger. Dapet ilmu dari film anger
management, trus pas postingannya itu di kampus pas ada kejadian
"ya..gitu deh........"
Marah merupakan salah satu kegiatan untuk menunjukkan emosi ataupun
perasaan kita. Dengan marah mungkin akan menjadikan sesuatu menjadi
lebih baik. Ataupun sebaliknya, seperti yang biasanya terjadi hanyalah
akan memperburuk keadaan.
Kemarahan merupakan sesuatu yang
sangatlah wajar dan sebenarnya adalah sesuatu yang sangat manusiawi.
Maka dari itu, tidak ada manusia yang tidak pernah marah. Tetapi hal
yang dapat membuat sesuatu kemarahan menjadi tidaklah wajar adalah
dimana kita memperlakukan kemarahan tidak pada tempatnya. Dimana
masa-masa yang seharusnya membuat kita tertawa maupun menangis, malah
akan menjadi penyulut kemarahan bagi kita. Hal seperti itu mungkin akan
akan menuntut kebijaksanaan dari kita tentang bagaimana "memperlakukan"
kemarahan yang sebenarnya.
Sifat "marah" dari seseorang (sebenarnya sifat seseorang) dibagi
menjadi dua. Yang pertama adalah kemarahan yang ekspulsif dan kemarahan
impulsif.
Kemarahan
ekspulsif adalah kemarahan yang diekspresikan pada saat sesuatu ataupun
seseorang "menyentuh" titik kemarahan kita. Orang yang ekspulsif
biasanya adalah orang yang terbuka, ekspresif, dan spontan. Dia akan
melakukan apa yang dia rasa untuk dilakukan saat itu juga, kadang
kedewasaan berpikir kurang diperhatikan oleh orang yang ekspulsif.
Orang yang bersifat ekspulsif biasanya juga orang yang ber-ego tinggi.
Dia akan mengatakan sesuatu yang dia anggap benar pada saat itu juga,
tidak terlalu lama disimpan dalam hati.
Kemarahan impulsif
merupakan kebalikannya. Orang yang marah secara impulsif, jika
dihadapkan dalam suatu keadaan dimana dia harus marah, dia akan
cenderung diam. Sikap diam adalah suatu ekspresi kemarahan yang
sempurna bagi para impulsifer (orang yang impulsif). Seseorang yang
impulsif biasanya orang yang pendiam, penyimpan rahasia, dan tertutup.
Dia akan "marah" dengan caranya sendiri, sebenarnya perasaan yang
diterima orang lain jika melihat seseorang marah adalah sama, hanya
orang cenderung akan menyukai orang yang marah secara impulsif
dibandingkan dengan ekspulsif.
Sebagai gambaran orang ekspulsif
adalah seorang karyawan suatu perusahaan akan memukul wajah atasannya
pada saat itu juga, ketika dia diperlakukan secara semena-mena.
Sedangkan seseorang yang impulsif adalah seseorang karyawan dari suatu
perusahaan yang kelihatannya memiliki hidup yang sempurna, istri yang
setia, keluarga yang bahagia, tetapi tiba-tiba menyandera seluruh rekan
sekantornya dan membunuh atasannya karena dia telah memendam kemarahan
selama dua tahun terakhir kepada bosnya ini karena telah berselingkuh
dengan istrinya.
Jadi,
setiap kemarahan ada keuntungannya maupun ada kerugiannya. Tergantung
bagaimana memperlakukan kemarahan tersebut agar dapat diterima orang
lain secara wajar.
Tetapi tahap dimana kita marah saat kita diinjak-injak adalah sesuatu yang wajar menurut saya...
-salam-
temen-temen yg baru aja pulang nonton konser pas band
dira,indah,daus,icha,sluw,elna,ayu,neno,jane,gg,anak2 bem
krisna,damar,budi,&yg gak kesebut, cuapeknya.....
No comments:
Post a Comment